biomaterial-lipi.org Blog


Pemikiran Cemerlang (Al-fikru al-mustanir)

Posted in Artikel ringan, Dakwah by Dede Heri Yuli Yanto on the November 29th, 2007

Alhamdulillahi robbil ‘alamiiin. yah memang tiada ucapan terindah yang seharusnya kita melainkan pujian-pujian bagi Allah Subhanahu Wata’ala. mengapa? karena nikmat yang Allah berikan kepada kita sangatlah melimpah sampai-sampai kalaupun kita mau membalasnya dengan seribu ibadah dalam satu hari, niscaya kita tidak akan mampu. Apatah lagi nikmat Iman serta Islam yang melekat dalam jiwa-jiwa kita ini. yah taufik serta hidayah bahkan melebihi segala nikmat yang ada di dunia ini.

Tetapi ada sebuah pertanyaan besar yang mestinya setiap orang perlu menyadarinya. Pernahkan kita benar-benar menyadari hakikat keimanan kita ini? pernahkan kita menyadari hakikat keislaman kita? atau pernahkan kita sadar akan konsekuensi keimanan dan keislaman kita? rasanya mungkin tidak semua dari kita sadar dan benar-benar dalam keadaan yang sadar mengenai keimanan kita kepada Allah, Malaikat-Nya, Nabi-Nya, Kitab-Nya, Yaumil akhir dan qadha dan qadar Allah.

Keimanan kepada Allah dan Rosulullah sesungguhnya lahir lewat pemikiran. tidak lain. karena lewat pemikiran yang mendalam terhadap manusia, alam semesta, hidup inilah yang mampu menghantarkan manusia pada keimanan yang benar akan adanya Tuhan yang Maha pencipta yaitu Allah. Sang maha pencipta pastilah bukan manusia karena manusia adalah makhluk dan makhluk tidak mungkin menjadi kholik (pencipta dalam waktu yang bersamaan) demikian pula alam semesta. Sang Maha pencipta (Allah) memberikan tanda-tanda keberadaan-Nya lewat ketiga unsur tersebut. dan lewat unsur-unsur inilah manusia sebagai makhluk dan kholifah dimuka bumi ini diperintahkan untuk berfikir dan merenung keberadaan sang Pencipta. Tentu saja bagi manusia yang memiliki pemikiran yang mendalam akan dapat berfikir dengan sangat jernih sehingga dapat menemukan adanya keterkaitan yang sangat mendalam antara ketida unsur tersebut dengan sesuatu yang berada diluar unsur tersebut dan sangat tidak dipengaruhi oleh unsur tersebut yaitu sang pencipta (Allah Subhanahu Wata’aala). inilah esensi keimanan kita kepada adanya Allah SWT sebagai sang pencipta.

Lalu bagaimana kita dapat beriman bahwa nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam adalah benar-benar nabi dan rosul-Nya. tidak seperti orang-orang sekarang yang benar2 gila bahwa dia mengaku nabi atau malaikat. sebut saja Ahmad Musaddiq atau Lia eden (lia Edan). mengenai keimanan ini dapat kita analogikan seperti ini. Pertama tentunya kita mestilah tahu bahwa siapakah nabi Muhammad itu sebelum dia diutus menjadi nabi. nabi Muhammad S.A.W sebelum diutus menjadi nabi adalah manusia yang ummi yang tidak dapat membaca dan menulis, beliau memiliki kepribadian yang mulia dan sangat dipercaya oleh orang-orang quraisy ketika itu, sampai-sampai beliau di juluki sebagai Al-Amiin. lantas bagaimana hubungannya antara seorang nabi dengan seorang yang ummi? hubungan ini dapat dijelaskan sebagai berikut. bahwa Muhammad S. A. W setelah di angkat menjadi Nabi oleh Allah SWT diberikan kitab Al-qur’an kepadanya agar disampaikan kepada manusia seluruhnya sehingga manusia dapat mengerti dan dengan Alqur’an itu manusia mendapatkan petunjuk bagaimana penyembahan itu seharusnya, apakah kepada Allah atau kepada selain-Nya. firman-firman Allah yang terdapat di dalam Al-qur’an dapatlah dipastikan bukan ucapan Nabi Muhammad. mengapa demikian? alqur’an jelas-jelas bukanlah bahasa percakapan arab saat itu, atau bahkan sampai sekarang. bahasa Al-Qur’an tidak sama dengan bahasa arab keseharian. selain itu, bagi masyarakat quraisy ketika itu tentulah mengetahui bahwa cara berbicara Nabi Muhammad (logat/spelling) sangatlah berbeda seperti apa yang ia ucapkan ketika menerima wahyu dari Allah. Selain itu, mengenai isi Al-qur’an tidak lah sama dengan kitab-kitab lain yang semisal dengannya. Al-qur’an memiliki ketinggian makna serta dalam peribahasanya sehingga dapat dipastikan bahwa isinya bukanlah buatan manusia (bahkan telah teruji tidak ada satu manusia pun yang dapat membuatnya, termasuk orang-orang pintar pada masa itu serta penyair-penyair hebat) apatah lagi Muhammad sebagai manusia yang ummi tidak mengenal baca tulis.  Dari sini saja sudah semestinya kita menyadari dengan pemikiran yang mendalam bahwa Muhammad adalah benar-benar Nabi dan Rosulullah.

Demikianlah keimanan kepada adanya Allah SWT sebagai Pencipta serta keimanan bahwa Muhammad adalah benar-benar nabi dan Utusan Allah benar-benar harus dapat di raih dengan pemikiran yang mendalam dan cemerlang. dua dasar keimanan inilah yang benar-benar harus diperoleh dari pemikiran, tidak lain. apalagi hanya atas dasar ikut-ikutan dan menuruti tradisi nenek moyang atau orang tua. keimanan sesungguhnya bukanlah warisan yang setiap orang dapat memilikinya dari orang tuanya. keimanan yang sesungguhnya adalah penemuan sejati yang dilandaskan pada pemikiran yang benar dan cemerlang terhadap adanya Allah dan Rosul-Nya. Atas dasar keimanan inilah maka akan muncul berbagai konsekuensi yang harus dipenuhi. keimanan inilah yang memunculkan adanya kesaksian syahadat yang benar-benar bersaksi bahwa tiada Tuhan yang pantas di ibadahi melainkan Allah S.W.T dan bahwa Muhammad adalah benar-benar hamba dan rosul-Nya. dari pemikiran yang cemerlang inilah akan muncul pengakuan syahadat yang benar. tidak ikut-ikutan, apalagi tidak mengerti benar makna dari syahadat tersebut.

konsekuensi yang muncul dari keyakinan ini tentu saja jauh lebih banyak. yang paling ringkas untuk dipahami adalah bahwa jika kita telah yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah adalah Tuhan yang patut di ibadahi dan Muhammad adalah Rosul-Nya maka konsekuensinya tidak lain adalah beribadah kepada Allah, bagaimana caranya? mengikuti apa yang rosulullah (Muhammad) perintahkan dan contohkan.lantas apa? percaya pada apa yang dibawanya yakni Alqur’an sebagai pedoman hidup. konskuensi lanjutannya adalah mengamalkan apa yang terdapat di dalam Al-qur’an.

Bagaimanakah dengan keimanan-keimanan yang lain, misalnya iman adanya Malaikat, yaumil akhir dan qodho serta qadar dari Allah baik yang khoir maupun yang syar’. nah mengenai hal ini tidak ada cara lain kecuali meyakini keberadaannya sebab telah disebutkan di dalam kitab Al-qur’an yang telah kita yakini sebagai benar-benar kalamullah (firman Allah). di dalam alqur’an jelas-jelas telah banyak menceritakan adanya malaikat yang bertugas dengan tugas macam-macam. bahkan di dalam surat Al-baqoroh di ayat-ayat awal disebutkan bagaimana percakapan Allah dengan para malaikatnya mengenai penciptaan manusia sebagai kholifah. demikian pula dengan yaumul akhir dan qodho serta qadar dari Allah. semuanya telah sangat jelas di sebutkan di dalam Al-Qur’an. sehingga pada tahap keyakinan yang ini maka sepenuhnya wajib menyandarkan pada Al-Qur’an, tidak pada akal.

Jika konsep-konsep keimanan seperti ini telah jelas pada setiap muslim yang berakal. niscaya kemajuan islam serta kemashlahatan hidup manusia akan dapat terwujud. karena keimanan yang benar yang dilandasi oleh pemikiran mendalam dan cemerlang yang benar akan mampu memberikan konsep pemahaman yang tepat pada konsekuensi keimanan. apakah itu konsekuensi keimanan, tidak lain adalah pelaksanaan hukum-hukum Al-Qur’an, secara Kaffah…………

Wallahu ‘A lam bisshowab.

dhyy

Menanam Sejuta Pohon

Posted in Artikel ringan by Dede Heri Yuli Yanto on the November 28th, 2007

menanam pohon manggis 

Wah seru juga pagi tadi, meski panas cukup menyengat badan, tapi rasanya tak ada apa2nya bila dibandingkan dengan semangat gwe yang pengen ikut serta memelihara bumi ini dari kehancuran…. (hehehe tinggi amat bahasanya)

ga lah, memang bumi ini kelihatannya semakin tua aja, bayangkan berapa coba umur bumi sekarang? sejak nabi Adam AS. diciptakan oleh Allah hingga sekarang ini? wah kasihan bumi ini, menanggung beban dan tanggung jawab untuk melayani makhluk ditinggal di atasnya, terutama manusia. tetapi apakah yang diperoleh bumi hingga saat ini? rasanya manusia terlalu angkuh hingga mudah sekali merusak alam ini yang telah berusaha melayaninya hingga manusia dapat berpijak dengan tentram di atasnya!.

kerusakan dimana-mana, lihat saja hutan kita, masih tinggal berapa % kah yang ada? yang tertata dengan baik? yang berfungsi dengan benar? lihatlah lagi laut, pencemaran dimana2, logam2 berat dari berbagai industri masuk kedalamnya. ekosistemnya terganggu, terumbu karangnya rusak, ikan2nya habis baik yang besar maupun yang kecil? apalagi udara. lihat saja sudah berapa persenkan peningkatan kadar logam berat diudara? CO2? bocornya lapisan ozon? huh, semuanya tak luput dari kerusakan. pantas saja bumi sekarang semakin merintih, suhunya terus naik hingga manusia-manusia sekarang ketakutan akan bahaya pemanasan global (global warming).

nah, ditengah-tengah semuanya ini, masih adakah cara yang dapat kita lakukan untuk berusaha menjaga dan melestarikan bumi ini? yah, meskipun tidak dapat sepenuhnya menghentikan semua kerusakan ini, paling tidak usaha memperlambat kerusakannya masih dapat kita lakukan. yah, benar juga, jadi teringat tadi pagi bu ani yudhoyono mencanangkan menanam sejuta pohon. wah seru juga gwe turut ikut menanam. mudah2an Oksigen yang dikeluarkan dari pohon itu mampu mengurangi sedikit efek pemanasan global ini (who knows?). hehehe mudah2 pohonku mampu terus tumbuh dan berkembang menjadi pohon2 yang indah dan sumber oksigen. yah inilah amalku yang terindah pagi ini………..

best regards,